Pilot

Hi. Sorry saya mau rambling sedikit ya.

Nama saya R, saya laki-laki biasa yang saat ini sedang menjalani sekolah kedokteran di salah satu universitas negeri di Indonesia. Kalo Indonesia sendiri itu salah satu negara yang ada di SE Asia, banyak pulaunya, banyak sukunya, banyak juga masalahnya. But who cares about that, right? Most of the people in Indonesia are busy thinking about their own lives and problems right now, including me..

Which brings us to the reason why i decided to start up this blog.

Iseng doang sih. Jadi sejak kecil saya selalu fascinated sama dunia fiksi dan creative writing. Sebenernya mulai terpengaruh setelah baca novel yang namanya Harry Potter, mungkin anda sudah pernah denger sebelumnya. Dulu sempet cukup terkenal. Jadi sebelum itu saya sudah nonton film Harpot yang pertama sama kedua dulu, dan saya berpikir

“Keren juga ini film, dan katanya ada novelnya”.

Bagi saya saat itu, buku novel adalah sebuah hal yang abstrak, karena hobi saya saat itu adalah main PS sama baca komik. But because trying new things is in my DNA, jadilah saya memutuskan untuk membeli novel ketiga Harry Potter saat minggu pertama keluarnya. Harry Potter and The Prisoner of Azkaban. Habis baca that novel of Harry Potter,

my whole life changed.

.

.

Lol not really sih.

93a52367-a879-499f-a327-8e050574b88e

Tapi diri saya yang kecil seketika menemukan sebuah dunia baru, dunia yang dirangkai oleh J.K Rowling dengan penuh detail dan penuh imajinasi, dimana batas-batas dan peraturan-peraturan yang ada di dunia nyata tidak berlaku, dan kita sebagai pembaca dapat ikut terjun bersama J.K Rowling dalam a Journey of Discovery.

Benar-benar sebuah sensasi yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Seketika saya kecanduan, and i bought all of the following books up until the last one. Dan yang pertama dan kedua pun saya beli. And while in my opinion, the story progressively got worse (I’m looking at you, Deathly Hallows), Harry Potter adalah sebuah permata yang akan terus dikenang dalam dunia literatur. Dan sesuatu dalam diri saya terbangun (bukan si adek). Itu pertama kalinya saya melihat sebuah cerita sebagai sesuatu yang unik, an art form much like a song or painting, dengan kebebasan yang lebih banyak bagi sang artis untuk mengekspresikan dirinya.

Well you know where this is going. The little me reads Harry Potter, decided that “Oh, this is cool,” dan memutuskan seketika untuk menulis novel serupa dengan plot dan setting yang sangat meng-ripoff Harry Potter. It even had a Hogwarts type setting, with special kids trained there.

Except this time it’s not a wizard school.

It’s a samurai school. Or what the mind of an elementary grader thinks of as a samurai.

Well done, kid. I’m proud of you.

Moving on.

Semenjak mata saya terbuka akan hal ini, saya meneruskan membeli beberapa novel fiksi lainnya, dan menerjunkan kesadaran saya kedalamnya, merasakan sensasi yang beda untuk setiap judul yang berbeda.  Dari sini, I found that Harry Potter isn’t the only thing that can make me feel lost in my own imagination. Mata saya pun terbuka lebih lebar lagi.

Sampai masa SMP, saya masih terus menulis beberapa cerita yang berawal dari buah ide di benak saya. But one of my bad habits waktu itu adalah tidak menyelesaikan sesuatu sampai tuntas. I get bored easily at that time. Jadinya, kandaslah buah-buah ide genius yang ada di pikiran saya saat itu, bernasib menjadi dokumen word tidak tersentuh yang sekarang berada di hard drive komputer lama saya, yang kabarnya pun saya tidak tahu.

Semenjak saya masuk SMA, dunia nyata memanggil saya cukup sering. Saya cukup terlibat di kepanitiaan, klub olahraga dan kegiatan-kegiatan anak “aktif” di sekolah saya. Berkuranglah waktu saya untuk menulis. Hm, mungkin kata yang lebih tepat adalah passion saya yang ini sempat terlupakan, karena saya masih cukup sempat mengejar hobi-hobi saya lainnya saat SMA. Tapi saya tetap melanjutkan hobi membaca saya, dan gairah ini tidak pernah hilang seluruhnya.

Setelah lulus SMA dan bekerja cukup keras (not necessarily in that order), diterimalah saya disini.

Nih disini.

20140607-130503_77

Kehidupan kuliah saya cukup berwarna. Karena saya sadar bahwa saya pada dasarnya orangnya suka terlibat, terlibatlah saya di berbagai acara disini. Tambah sibuk lagi. Well not really that sibuk, but lumayan sibuk. Ikut kepanitiaan inilah, bantu acara itulah, ikut magang organisasi situlah. Satu level dibawahnya orang sibuk beneran mungkin. Hehe.

Salah satu keuntungannya ikut banyak kegiatan adalah, it doesn’t let you think too much. Karena pas kita lagi kegiatan pasti yang lebih kepikiran adalah hal yang sedang ada didepan kita saat itu juga, orang-orang yang ada didekat kita. The real problem starts when it’s all over.

Jadi saya punya kondisi. Kalau saya sedang sendiri naik motor saat pulang dari kampus, pikiran saya suka melantur kemana-mana. Saya berubah jadi soerang filosof abal-abal. Kadang saya mikir tentang hidup, kadang tentang cinta, kadang juga tentang hal gak penting, kaya harus mampir ke indomaret buat bayar listrik. But i know that i can’t talk about these thoughts of mine to just anybody. I haven’t found that person yet. Galau kan.

Kalau update status di line, dibilang baperlah, atau sok dramatis. Ya emang sih mungkin. Saya sendiri juga suka sebel kalau liat cowok yang kerjanya setiap setengah jam update status terus, ngejelasin tentang kebimbangannya akan hidup and all of those shit.

Facebook? Sekarang udh jadi tempat upload berita sama video-video lucu/gajelas/sensasional

Twitter? Too short, dan temen-temen mentionan saya pas SMA udh berubah, digantikan sama toko online yang jualan baju atau jersey bola.

Sempat kepikiran Friendster sih, tapi menurut saya manusia harus selalu belajar dari sejarah dan kesalahan mereka di masa lalu.

Dan sampailah saya disaat ini sekarang. 29 Desember, 12:24 ditengah malam adalah waktu tepatnya saat saya menulis kalimat ini. I got a test tomorrow but I just felt that i gotta write this useless crap first. Saya terkejut, kenapa saya tidak memikirkan untuk blogging dari sejak awal kuliah. But at least now i found you again, blog.

Mungkin anda bingung apa hubungan dari eksposisi panjang saya tentang Harry Potter di awal dengan keseluruhan post ini.

Jadi intinya, i started writing again. A novel. A proper one this time, I hope. It’s still in the early stages, it’ll be a lot more years until it can reach the level that I want it to be.

Tapi sepertinya pikiran dan tangan saya yang sudah lama tidak berdansa mulai kaku. Atau mungkin dari dulu memang tidak pernah begitu terlatih. Seperti otot-otot seorang atlit, imajinasi dan kreativitas perlu dilatih. Begitu juga teknik menulis.

Harapan saya, blog ini dapat membantu saya mencapai 2 hal.

  1. Isi benak saya yang suka muncul dan biasanya saya terlantarkan begitu saja sekarang mempunyai pigura pajangan mereka masing-masing
  2. Saya sering menulis lagi

Saya menyukai banyak hal, but writing makes me feel whole.

Dan seperti perjalanan hidup saya yang saya paparkan sedikit diatas, kita sampailah ke saat ini, dan saat ini saya harus lanjut belajar untuk ujian besok. Puas juga bisa menulis post sepanjang ini. Heheh.

Semoga saya selalu diberi waktu dan selalu diingatkan untuk mengukir sebagian kisah saya di blog ini.

Sekian dulu, gooodnight!

-Prof-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s