Enigma, atau Kamu

Pintu ditutup

Tirai disingkap

hanya bisik-bisik

dapat menyeruak masuk

ternyata, sudah malam

 

Di dalam relungku

ada sesuatu

Terselundup diantara bayang-bayang

meniti benang darah

Itu “kamu”

 

Sebuah bahaya (senyum)

menampar parasku,

Dengan manja

‘kau’ mengajakku tidur

 

“Belum mengantuk”

‘kau’ tetap memaksa

“Nanti saja”

‘kau’ tidak goyah

 

Mengalah aku,

lalu rebah disamping’mu’

 

Tapi mungkin kasur pun berakal

dan tahu,

bahwa ada yang salah

 

Halilintar mencambuk hujan

terpejamlah kenyataan

 

Aku adalah lelap

dan ‘kau’ sebuah mimpi

yang hilang,

kembali terus bagai ombak

 

Dunia yang terasa dekat.

 

seperti sisi lain sebuah cermin

tua di rumah nenek

atau kelebat angin yang tercabik

langkah kerumunan

atau mungkin

seperti kata-kata’mu’ waktu itu?

yang tertinggal di langit, tanpa sampai kepadaku?

 

Aku melihat’mu’ dimana-mana!

Aku melihat’mu’, dimana?

 

Aku tahu, sayang

gegaslah kita harus

Lihat, kesadaran ini mulai runtuh

Aku akan kembali sendiri lagi

 

Aku takut

Aku enggan

Aku marah

Aku.

 

Aku adalah lelap

dan ‘kau’ sebuah mimpi

yang hangat,

dan merah seperti kekasih

 

Secercah kuning memeluk raga

layaknya mimpi,

 

aku membuka mata

 

“kau” telah tiada

 

 

 

Advertisements

One thought on “Enigma, atau Kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s