Rumor Udara

Kadang sore akan tersingkap, kalau dipaksa

Kalau dipaksa, kadang ia naik pitam

Memang tidak menentu, seperti itu

Kalau beruntung, mungkin akan ia ceritakan

Tentang Pohon Ek di Perempatan

Kau pernah tahu, tapi lupa

Pohon tua, suka terlupa

Pohon tua, milik si kakatua

 

Akhir-akhir ini

si kakatua terbang lagi

Kebenaran sejati tidak pernah berarti baginya

Ia hanya ingin terbang

melihat dari atas

Karena memang untuk itulah

sayapnya diciptakan

 

Harusnya kau seperti kakatua!

 

Aku lelah

lihat sayap elokmu

hanyut, ditindas kehidupan

hilang, dimakan keadaan

 

Aku berduka

bila matahari tenggelam

dan angkasa beriak

tanpa kau diatas sana

 

Maaf,

jangan sampai kau seperti kakatua

 

Akhir-akhir ini

si kakatua terbang lagi

Mengubur kirana, membunuh sore.

Semua berkicau seragam,

bahwa bagimu tinggalah malam

Memang, kabar burung itu petaka!

 

Pada Pohon Perempatan, seekor elang bertengger kemudian

melenggang diantara awan

bebas dari duniawi

hiruk-pikuk tidak peduli

 

“Siang dan malam hanya tercipta

untuk menenangkan gundah

mereka yang terlalu malas

melihat sisi lain”

 

Dan mungkin memang benar

semua orang punya sayap

semua orang bisa terbang

Tapi aku percaya,

Sayapmu yang terbesar

dan langitmu yang tertinggi.

 

Sampaikan salamku pada sore

Kalau beruntung, mungkin malam akhirnya

akan berhenti menangis.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s