Kutinggal Mataku di Rumah

Dulu saat janin

Kulepas tali pusar Ibu

Di rahim tumbuh bertunas jenaka

Di seberang lautan layar

menggeliat dan tersenyum

 

Aku pun lahir.

 

_________________________________________________________________

 

Dunia ini fana

Dan Surga serta Neraka

Adalah abu-abu menyeluruh

yang dalam dan tanpa ampun

 

Mungkin saja Tuhan lupa,

untuk sisakan

sedikit hitam dan putih

Yang mudah dipahami

 

_________________________________________________________________

 

Aku ingat

Saat mataku masih tertutup

Ada nyanyian menggema dalam temporal

Seperti kaset usang yang sering kubeli dulu

 

Kemudian kadang juga,

Paras jelita seorang teman lama

dan tawa-tawa, yang kusimpan dalam amygdala

Tidurku pun selalu nyenyak

 

Tapi,

dunia yang kulihat

Hanya sebatas keegoisanku

untuk terus buta warna

 

Ada ricuh terdengar

Di luar sana

Kutengadah, kutengok

 

Salah.

 

Semenjak bisa melihat

Tempat inilah

Yang selalu gempita

 

Dan akhirnya

Kutinggal Mataku Diam di Rumah

karena Ia tak lagi sanggup

lihatmu datang setiap pagi

hanya tuk temui

Hatiku yang terlanjur malam

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s