Saat Diare

Maaf sebelumnya.

beberapa malam terakhir ini

aku tidak bisa tidur

Padahal setiap orang tahu

begadang tidak baik

 

Sejak aku kecil

bahkan sebelum masuk SMA

aku sudah mengenal silogisme

bukan jenius, aku diajari tubuh sendiri

 

kalau sedang banyak pikiran

perutku dengan jahilnya

akan mengeluarkan teman-teman bermain

namanya diare dan mag

pemalu orangnya, tapi kalau sudah keluar

kacau bukan main

pernah saat SMA

tidak masuk sekolah 2 minggu

hanya gara2 si teman jahil perutku

 

Kembali ke tonight

Sudah 2 hari ini si diare keluar bermain

dia tidak pulang-pulang

Aku berusaha mengusir dengan sopan,

“Orang tuamu tidak cemas, re?”

dan air susuku dibalas

dengan susu bubuk yang dibuat tidak pakai air hangat (ga enak),

“Aku ga punya orang tua, blog,” celetuknya

seketika aku membatin

 

“Benar juga, ya”

 

Tapi disinilah silogisme bermain

 

Mag dan diare keluar saat banyak pikiran

Sekarang aku diare

Guru matematika SMA imajiner dalam pikiranku

menulis dengan kapurnya (seperti SD (padahal guru SMA))

“Sekarang aku banyak pikiran”

 

Kalo ditelaah lebih dalam

aku bahkan tidak tahu apa yang sedang kupikirkan

 

tapi angin-angin yang selalu jujur

meniup perlahan lewati sulcus-sulcus otak

tirai samar tersibak, dan menyingkap

sekelebat jawaban

 

Aku memilih memalingkan kepala

because I’m not so sure I want to know

 

Apapun jawabannya

Selamat!

kau sudah memberiku teman bermain malam (subuh) ini

 

Tulisan ini kubuat Saat Sedang Diare

tapi aku yakin

yang sedang membaca ini

Tidak sedang diare juga.

 

Maaf random.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s