Hitam dan Biru

Setiap pagi

jantungku yang selalu terjaga

ingatkanku

tentang sebuah mimpi

yang datang bersama badai

 

Sejenak,

Ia singgah

lalu pergi tinggalkan

dunia yang hancur

Aku yang telanjang

 

Ternyata selama ini pun

pagi hariku dipenuhi

angan-angan yang terbit

bersama awan-awan hujan

 

Mengais dan memberontak

aku hitam, dan aku biru

api yang padam, kemudian

malam yang dingin

mungkin memang harga pantas bagiku

yang melupakan, dan menutup mata

 

Dan hal yang kucari

akhirnya kutemukan,

jauh di awal

di hulu sungai panjang ini

 

Tapi, seperti saat dulu

matahari hitam

kaburkan segala cahaya

dan pelupuk ini kembali gelap

Ya, kuakui.

Itu ketakutan terbesarku

 

Aku tak ingin

Jatuh bermimpi lagi

menyelami air yang sama

mencari matahari terbit

yang tak kunjung tersirat

di dunia hitam tersebut

 

Karena itulah, kali ini

Tak perlu aku berbohong lagi

 

Aku hitam,

gelap yang selama ini kutolak

ternyata lahir bersamaku

 

Aku biru,

bekas mematikan, dan

dimatikan oleh rasa

 

Itulah aku.

dan mereka berdua

adalah bukti

bahwa aku hidup dan bernafas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s